Ditolak di 6 Rumah Sakit, Ibu Hamil yang Reaktif Covid-19 Akhirnya Melahirkan di RS Airan Raya

  • Bagikan
Sukiyem, ibu kandung Martini/Foto: teraslampung.com

TERASPRINGSEWU.COM, LAMPUNG SELATAN — Sempat dinyatakan reaktif Covid-19 dan ditolak melahirkan di enam rumah sakit di Lampung Selatan dan Bandarlampung, Martini (35), warga Dusun Rancasadang, Desa Banjarsuri, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan  akhirnya melahirkan bayinya di RS Airan Raya, pada Minggu (18/7/2021) sore kemarin.

BACA: Hasil Swab Antigen Reaktif, Ibu Hamil Ini Ditolak 3 Rumah Sakit Saat akan Melahirkan

Martini dan bayinya dalam keadaan selamat dan sehat. Keduanya saat ini masih menjalani perawatan medis di RS Airan Raya.

“Alhamdulillah. Saya senang mendapat  kabar baik itu. Anak saya Martini sudah lahiran dan normal. Bayi sama ibunya sehat, keduanya selamat semuanya tapi belum bisa dibawa pulang ke rumah,”kata Sukiye, ibu kandung Martini, kepada teraslampung.com, Senin (19/7/2021).

Baca Juga:   Perjuangan Tim Khusus Pengubur Jenazah Covid-19

Sukiyem berharap, anak dan cucu perempuan yang baru dilahirkan tersebut bisa segera dibawa pulang.

“Mudah-mudahan kondisnya tetep sehat semua. Jadi tidak  lama-lama di rumah sakit,” katanya.

Bidan Desa Banjarsuri, Imania, juga membenarkan mengenai kabar pasien ibu Martini sudah melahirkan kepada teraslampung.com melalui pesan WhatsApp-nya.

“Ya mas benar, Minggu sore kemarin sekira pukul 16.20 WIB lahirannya. Alhamdulilah normal. Sebelumnya rencananya akan dilakukan operasi caesar karena perkiraannya melahirkannya itu awal bulan Agustus,”kata  Imania.

Imania mengaku mendapat kabar Ibu Martini sudah melahirkan, Minggu sore (18/7/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Baca Juga:   Kunjungan Dinas Kominfo ke Komunitas IT

“Kondisi Ibu dan bayinya selamat dan keduanya juga sehat, bayinya perempuan dan kalau tidak salah beratnya sekitar 2,5 Kg. Saat ini Ibu Martini dan bayinya, masih berada di RS Airan Raya,”tandasnya.

Sebelum melahirkan di RS Airan Raya, Martini ditolak enam rumah sakit saat hendak bersalin. Selain kapasitas tempat tidur rumah sakit sudah sudah penuh, enam rumah sakit itu menolak Martini berdalih Martini hasil swab antigennya reaktif Covid-19.

Menurut Slamet, suami Martini, enam rumah sakit yang menolak Martini untuk bersalin adalah sebuah rumah swasta di Kalianda,  RSUD Bob Bazar Kalianda, RS Abdul Moeloek Bandarlampung, RS Advent Bandarlampung, RS Imanuel Bandarlampungt, dan RS Graha Husada Bandarlampung.

Baca Juga:   Pastikan Tak Ada Transmisi dan Lonjakan Covid-19, Kepala BNPB Tinjau Pelabuhan Bakauheni

TERASLAMPUNG.COM

  • Bagikan