Dua Menteri dan Kepala BNPB Bahas Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

  • Bagikan

TERASPRINGSEWU.Com – Tiga Menteri dan Ketua Satgas Covid -19 / Kepala BNPB menjadi narasumber Talkshow yang diselenggarakan Satuan Tugas Penanganan Covid -19 di Media Center Graha BNPB – Jakarta, Sabtu, (15/5) pukul 11.30 WIB.

Ketiga Menteri yang menjadi nara sumber, Dr. Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A ,M.M.T.,IPU, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Ir. Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan, Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU Menteri Kesehatan. Serta Letjen TNI Dr. (H.C) Doni Mudardo Ketua Satgas Covid -19 yang juga sebagai Kepala BNPB.

Talkshow dengan tema Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid – 19 Pasca Libur Lebaran, dilaksanakan secara LIVE yang disiarkan melalui TV Pool dan Radio Pool dengan hak siar yang dapat dipakai untuk seluruh media. Serta link Zoom. Yang dimoderatori oleh Prof. Wiku Adisasmito Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid – 19.

Baca Juga:   Rekrutmen ASN dan PPPK 2021, Pemerintah Sediakan 1,3 Juta Formasi

Dalam zoom meeting tersebut, untuk peserta wartawan FJPP juga dapat interaktif dan bertanya langsung melalui Zoom Meeting.

Sedangkan untuk siaran TV Pool (Live Streaming) dapat diakses melalui Media Sosial Satuan Tugas Penanganan Covid – 19 (Instagram@lawancovid19_id, YouTube Lawan Covid19 ID, Twitter@lawancovid19_id. Facebook Lawan Covid 19 ID. Facebook Group Relawan Informasi Covid – 19) serta Media Sosial BNPB (Facebook Infobrncana BNPB. YouTube BNPB Indonesia. Twitter BNPB Indonesia, Instagram BNPB Indonesia) Dan Apps Bersatu Lawan Covid (BLC). (Google Play Apps Store.

Media Center Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas Penanganan Covid – 19 Nasional dalam pengantar latar belakang talkshow dijelaskan Target dalam menangani pandemi Covid-19 di Indonesia maupun dunia, yaitu mengurangi laju penularan, sehingga tidak membebani sistem kesehatan, dan yang terpenting untuk melindungi kelompok rentan dari fatalitas resiko akibat Covid-19.

Baca Juga:   Saudi Batasi Haji Hanya untuk Domestik dan Ekspatriat, Indonesia Fokus Persiapkan Haji 2022

Secara empiris, seperti yang terjadi pada tahun 2020, pergerakan masyarkat diikuti dengan pola peningkatan kasus terkonfirmasi positif, yang mengakibatkan melonjaknya keterisian tempat tidur perawatan di rumah sakit, bahkan memicu tingginya kematian dokter dan tenaga kesehatan.

Meski saat ini control variable Covid-19 menunjukkan tren positif, namun perlu kewaspadaan terhadap terjadinya peningkatan jumlah kasus secara signifikan selama satu bulan terakhir di beberapa provinsi di Sumatera, serta potensi penyebaran varian B1617 (India) yang mayoritas terdeteksi di Sumatera Selatan.

Karena itu, seiring terjadinya pergerakan penduduk sebelum dan selama libur Idul Fitri 1442 H, serta mengantisipasi terjadinya pingpong kenaikan kasus di Sumatera dan Jawa yang saat ini sedang melandai, pemerintah kembali menerapkan sejumlah kebijakan untuk mencegah peningkatan kasus selepas libur Idul Fitri 1442 H. (ndy)

  • Bagikan