Hipni, Tidak Dibenarkan Jika Ada Pejabat Disdik Ikut Pengaruhi Pengadaan Barang

  • Bagikan

TERASPRINGSEWU.Com – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu Hipni.SE., MM menyikapi pemberitaan stafnya di Dinas Pendidikan Pringsewu yang diduga ikut mempengaruhi pengadaan barang di sekolah yang sudah diatur dengan Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah). Hipni mengatakan, jika hal itu benar terjadi, maka secara aturan jelas salah, karena sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengadaan Barang / Jasa oleh satuan pendidikan, pada Bab 2 pasal 10 huruf c pada peraturan tersebut dinyatakan, tidak saling mempengaruhi baik langsung maupun tidak langsung yang mengakibatkan persaingan usaha tidak sehat dalam PBJ Satuan Pendidikan, Ujarnya.

Baca Juga:   22 Calon Pengajar Praktik Guru Penggerak Provinsi Lampung Ikuti Pembekalan Kementerian Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan menegaskan, pembelian barang ke toko SIPLah hak dan wewenang sepenuhnya pihak sekolah, dan dibayar dengan sistim elektronik, sesuai harga yang tertera di toko SIPLah, jadi jika kepala sekolah di Kecamatan Gading Rejo membayar secara tunai jelas salah besar menyalahi aturan, apalagi dikondisikan oleh oknum Dinas Pendidikan dan harga barang nilainya tidak wajar.

Pihak sekolah tidak usah takut untuk menyampaikan kebenaran, tegas Hipni.SE.MM Kepala Dinas Pendidikan Pringsewu. C.H. Ali aktivis People Watch Corruption berharap Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Pringsewu bisa menindak lanjuti permasalahan ini, dan segera mengambil tindakan, sehingga tidak akan muncul lagi kedepannya ikut campur dari para staf yang nakal. Ali juga berharap agar diberikan pembinaan serta sosialisasi kepada pihak sekolah secara mendalam tentang aturan SIPLah agar tidak gagal paham.

Baca Juga:   Pesantren Berpotensi Jadi Sentra Ekonomi Masyarakat

Berkaitan dugaan mark up dalam pembelian kursi secara terpusat dan pembayaran secara tunai kepada rekanan yang menyiplahkan pihak Kejaksaan Negeri Pringsewu dapat menindak lanjuti dugaan tersebut, siapa dibelakang yang mengkoordinir pengadaan kursi untuk kepala sekolah se-kecamatan Gading Rejo, Sehingga para kepala sekolah berani melakukan itu, ujar C.H. Ali dari People Watch Corruption (tim)

  • Bagikan