JMMPO Dampingi Korban Kekerasan Seksual Anak Oleh Ayah Kandungnya

TERASPRINGSEWU.COM.PRINGSEWU –  Jaringan Menentang Perdagangan Orang (JMMPO) siap memberikan perlindungan keamanan di rumah aman, hal ini dikatakan Sr. M. Katarina FSGM saat audiensi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pringsewu Ade Indrawan. SH di Kejari Pringsewu, Senin (1/8).

Sr. M. Katarina, FSGM didampingi aktivis perempuan Berta Niken diterima langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Pringsewu, Ade Indrawan. SH.

Dalam diskusi antara Kajari Pringsewu dengan JMMPO menyikapi Kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, Kajari Pringsewu, Ade Indrawan. SH mengatakan,
“Saya sangat prihatin dengan adanya kasus kekerasan seksual terhadap anak, rasa duka yang mendalam, apalagi pelakunya ayah kandung, Semoga cukup ini saja dan tidak ada lagi anak yang menjadi korban kekerasan seksual di Pringsewu” demikian ungkapan Ade Indrawan, S.H Kajari Pringsewu.

Baca Juga:   Kursi Kasir Untuk Kursi Kepala Sekolah

Ade Indrawan, menegaskan, bahwa jaminan anak-anak di Kabupaten Pringsewu aman dari kekerasan seksual menjadi tugas kita bersama. “Masyarakat harus berani bicara ketika melihat kekerasan, harus berani melapor agar ada tindak lanjut dengan segera, Intinya bagaimana menjadi tanggungjawab bersama sehingga tidak hanya pemerintah dan APH namun kita semua harus memperkuat kolaborasi dan partisipasi masyarakat dari berbagai elemen agar kasus seperti ini tidak terulang kembali” ungkap Ade.

Kasus Seorang Ayah di kabupaten Pringsewu memang begitu miris dan menyayat hati, dimana dia tega melakukan persetubuhan terhadap anak kandungnya yang masih berstatus anak dibawah umur dan juga menjualnya kepada laki-laki lain.

Baca Juga:   Salah Satu Warga Peserta PKH Di Pekon Bumi Arum Menerima Beras 15 Kg Bau Apek

Perbuatan bejat itu dilakukan pelaku secara terus menerus sejak korban berada di kelas 5 SD perlu diketahui bahwa saat ini korban berusia 12 tahun dan duduk di bangku kelas 1 SMP.

Sebut saja si S, Ibu korban, merupakan seorang perempuan yang terpaksa menjadi tulang punggung keluarga karena suami tidak mencukupi kebutuhan keluarganya.

Hal ini membuat anak-anak S sering ditinggal dan akhirnya Si Anak menjadi korban pelecehan seksual, bahkan dijual oleh Ayah kandungnya sendiri.

Ketua JMMPO, Sr M. Katarina, menyatakan, siap memberikan perlindungan keamanan di rumah aman Susteran FSGM untuk anak korban perkosaan atau pelecehan seksusual ayah terhadap anak kandungnya sendiri yang baru-baru ini terjadi di Pringsewu.

Baca Juga:   Jalan Utama Antar Kabupaten, Waya Krui Pringsewu - Sri Way Langsep Kalirejo Amblas.

Sr. M. Katarina FSGM, berpesan, kepada masyarakat agar jangan mudah meninggalkan anak-anak meskipun didampingi oleh keluarga dekat, Sr M.Katarina, FSGM juga mengingatkan agar orang tua terus mendampingi anak-anak nya supaya aman dari niat jahat siapapun termasuk orang serumah atau kerabat dekat.

Sementara itu Niken mengatakan bahwa “Maju mundurnya suatu Bangsa itu ditentukan oleh generasi penerus yaitu anak. Sehingga sebagai generasi penerus cita-cita bangsa anak-anak memerlukan perlindungan dari semua pihak termasuk dari berbagai macam kekerasan, seperti perkosaan dan pelecehan seksual”.ujarnya. (Andoyo)