Lokakarya 4 Pendidikan Guru Penggerak “Guru penggerak Adalah Agen Khusus Pendidikan”

TERASPRINGSEWU. Com_Lokakarya 4 Pendidikan Guru Penggerak angkatan 4 Kabupaten Pringsewu di laksanakan dengan bertempat di Urban Hotel by front one dengan Mengusung Tema “Guru Berpihak Pada Murid” sukses dilaksanakan, pada Sabtu 16 April 2022.

Pada Lokakarya kali ini diikuti oleh 48 calon guru penggerak (CGP) dari jenjang TK/PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK, dengan Narasumber para Pengajar Praktik (PP) Kabupaten Pringsewu.

Menurut Ketua PP Kabupaten Pringsewu Berta Niken D, M.Pd, tujuan lokakarya kali ini adalah agar calon guru penggerak (CGP). dapat memahami tahapan Coaching model Tirta pada rekan sejawat serta bisa menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdiferensiasi.

Lokakarya 4 ini menjadi lokarLokakarya 4 Pendidikan Guru Penggerak angkatan 4 Kabupaten Pringsewu di laksanakan dengan bertempat di Urban Hotel by front one dengan Mengusung Tema “Guru Berpihak Pada Murid” sukses dilaksanakan, pada Sabtu 16 April 2022.

Pada Lokakarya kali ini diikuti oleh 48 calon guru penggerak (CGP) dari jenjang TK/PAUD, SD, SMP, dan SMA/SMK, dengan Narasumber para Pengajar Praktik (PP) Kabupaten Pringsewu.

Baca Juga:   Srikandi DDS Berbagi Ratusan Takjil untuk Masyarakat

Menurut Ketua PP Kabupaten Pringsewu Berta Niken D, M.Pd, tujuan lokakarya kali ini adalah agar calon guru penggerak (CGP). dapat memahami tahapan Coaching model Tirta pada rekan sejawat serta bisa menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdiferensiasi.

Lokakarya 4 ini menjadi lokakarya yang spesial karena Ketua Agen Perubahan Guru Penggerak P4TK Matematika Yogyakarta Yuliawanto hadir langsung ke Pringsewu untuk melihat secara langsung pelaksanaan Pendidikan Guru Penggerak di Kabupaten Bumi Jejama Secancanan ini.

Pada kesempatan ini Yuliawanto berpesan kepada seluruh PP agar bisa mendampingi para CGP dengan baik, sehingga bisa diperoleh Guru-guru penggerak hebat dari Pringsewu, mengingat Pringsewu adalah Kabupaten Pendidikan, dia berharap para PP dan CGP bisa menjadi teladan dan menjadi Agen-agen perubahan Pendidikan khususnya di Kabupaten Pringsewu. “Jalin komunikasi dan kerjasama yang baik, saling koordinasi dan kolaborasi” pesan Yuliawanto lebih lanjut.

Indikator keberhasilan dalam lokakarya 4 ini adalah, calon guru penggerak dapat mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan strategi perbaikan diri dalam pengajaran yang berpihak pada murid, melalui pembelajaran berdiferensiasi.

Baca Juga:   Kwarcab Pringsewu Ikuti Halal Bihalal Virtual Kwarda Lampung

Menurut salah satu CGP Angkatan 4 Kabupaten Pringsewu, Muhammad Wahyudin dari UPT SMP N 3 Pardasuka, mengungkapkan bahwa melalui Pendidikan Guru penggerak ini bisa memperoleh ilmu baru yang berharga dan sangat bermanfaat, sehingga bisa memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah nya.

Senada dengan Wahyudin, Muhammad Ariyanto CGP asal Kecamatan Gading Rejo mengatakan bahwa dengan mengikuti Pendidikan Guru Penggerak ini banyak sekali perubahan di dalam dirinya sebagai seorang guru, seperti semakin kreatif, inovatif dan disiplin. Menurutnya dia bangga menjadi bagian dari Pendidikan Guru Penggerak ini, dan akan mendharma bhaktikan diri secara utuh menjadi Pendidik yang profesional dan berpihak kepada siswaya yang spesial karena Ketua Agen Perubahan Guru Penggerak P4TK Matematika Yogyakarta Yuliawanto hadir langsung ke Pringsewu untuk melihat secara langsung pelaksanaan Pendidikan Guru Penggerak di Kabupaten Bumi Jejama Secancanan ini.

Pada kesempatan ini Yuliawanto berpesan kepada seluruh PP agar bisa mendampingi para CGP dengan baik, sehingga bisa diperoleh Guru-guru penggerak hebat dari Pringsewu, mengingat Pringsewu adalah Kabupaten Pendidikan, dia berharap para PP dan CGP bisa menjadi teladan dan menjadi Agen-agen perubahan Pendidikan khususnya di Kabupaten Pringsewu. “Jalin komunikasi dan kerjasama yang baik, saling koordinasi dan kolaborasi” pesan Yuliawanto lebih lanjut.

Baca Juga:   IARMI dan Front Pembela Indonesia Bagikan Bendera Merah Putih

Indikator keberhasilan dalam lokakarya 4 ini adalah, calon guru penggerak dapat mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan strategi perbaikan diri dalam pengajaran yang berpihak pada murid, melalui pembelajaran berdiferensiasi.

Menurut salah satu CGP Angkatan 4 Kabupaten Pringsewu, Muhammad Wahyudin dari UPT SMP N 3 Pardasuka, mengungkapkan bahwa melalui Pendidikan Guru penggerak ini bisa memperoleh ilmu baru yang berharga dan sangat bermanfaat, sehingga bisa memperbaiki kualitas pembelajaran di sekolah nya.

Senada dengan Wahyudin, Muhammad Ariyanto CGP asal Kecamatan Gading Rejo mengatakan bahwa dengan mengikuti Pendidikan Guru Penggerak ini banyak sekali perubahan di dalam dirinya sebagai seorang guru, seperti semakin kreatif, inovatif dan disiplin. Menurutnya dia bangga menjadi bagian dari Pendidikan Guru Penggerak ini, dan akan mendharma bhaktikan diri secara utuh menjadi Pendidik yang profesional dan berpihak kepada siswa. Ndy