Pembekalan Pengajar Praktik Guru Penggerak Angkatan 4 Resmi Ditutup

  • Bagikan

TERASPRINGSEWU.Com_Peserta Pembekalan Pengajar Praktik Guru Penggerak Angkatan 4 Provinsi Lampung yang berjumlah 22 orang hari ini telah selesai mengikuti Pembekalan Pengajar Praktik Guru Penggerak. Pembekalan dimulai dari tanggal 7 Agustus 2021 hingga berakhir hari ini 27 Agustus 2021. Kegiatan penutupan dilaksanakan secara Virtual oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) dan ditutup langsung oleh Ka. Pokja Guru Penggerak Dr. Kasiman. Hadir dalam kegiatan ini Fasilitator, Satker dari P4TK yang merupakan koordinator wilayah Provinsi Program Guru penggerak, dan seluruh Calon Pengajar Praktik angkatan 4 seluruh Indonesia.

22 peserta Pengajar Praktik Guru Penggerak angkatan 4 tersebut berasal dari Kabupaten Pringsewu, Tanggamus dan Way kanan, yang terdiri dari guru-guru berprestasi dibidangnya dan sudah melalui seleksi begitu ketat dari sekitar 9.000 an orang pendaftar. Pengajar Praktik merupakan salah satu komponen dari bagian Program Pendidikan Guru Penggerak, selain Guru Penggerak dan Fasilitator. Adapun tugas utama Pengajar Praktik Guru Penggerak adalah sebagai pendamping guru penggerak dalam proses pendidikan Guru Penggerak. Pengajar Praktik juga berperan sebagai orang yang berbagi praktik baik, mengevaluasi dan memberikan umpan balik (feed back) kepada calon guru penggerak selama pendidikan yaitu 9 bulan.

Baca Juga:   Pemkab Pringsewu Akan Tindak Lanjuti Webinar "Anti Human Trafficking"
Dr. Kasiman Ketua Pokja Guru Penggerak dalam acara pentupan Kegiatan Pembekalan Pengajar Praktik Guru Penggerak.

Adapun kompetensi yang harus dimiliki Seorang Pengajar Praktik yakni, menguasai teknik dan keterampilan mentoring dan coaching, menyusun rencana pendampingan, membuat kesepakatan dengan calon guru penggerak, membuat jadwal Pendampingan, memiliki komitmen untuk memenuhi tenggat waktu mengevaluasi, dan memberi umpan balik kepada calon guru penggerak serta dapat berkomunikasi dengan efektif.

Dalam Kesempatan ini Dr, Kasiman menyampaikan bahwa Pengajar Praktik ini Sudah menerima semua materi, adapaun tugas Pengajar Praktik nantinya adalah melakukan pendampingan individu, menfasilitasi lokakarya secara luring, namun dalam keadaan tertentu di pertimbangkan sesuatu hal yang terpenting adalah kesehatan, sehingga jika tidak memungkinkan luring dapat dilaksanakan secara daring, mengevaluasi, menilai, memberikan umpan balik dengan bobot penilaian sebesar 65%. Baik atau tidak lulusan Guru Penggerak tergantung dari Pengajar Praktik, berikan penilaian secara Obyektif agar mendapatkan Guru Penggerak berkualitas karena Guru Penggerak adalah calon pemimpin masa depan Pendidikan.

Baca Juga:   PMI Provinsi Lampung Launching Vaksinasi Covid-19 di Pringsewu

Lebih lanjut Dr. Kasiman mengingatkan Calon Pengajar Praktik untuk Membuat laporan, menfasilitasi refleksi Calon Guru Penggerak, serta Rencana tindak lanjut. Materi sudah diberikan semua oleh instruktur dan fasilitator itu adalah dasar bagaimana menjadi Pengajar Praktik untuk itu Dr.kasiman berpesan agar Pengajar Praktik mengembangkan diri, memantaskan dan memantapkan diri. Caranya adalah dengan mempelajari modul-modul secara pribadi dengan baik dan mendalaminya serta mempraktekkan secara langusung. Praktik baik dapat diterapakn di sekolah masing-masing tidak usah menunggu menjadi Guru Penggerak untuk menerapkanya. Setelah pembekalan Pengajar Praktik akan diberikan sertifikat 120 JP dan dikirim melalui SIM PKB masing-masing, “Pengajar Praktik bisa benar-benar siap dan profesional mendampingi Calon Guru Penggerak bukan Kaleng-kaleng, tegas Dr. Kasiman.

Baca Juga:   Pesantren Berpotensi Jadi Sentra Ekonomi Masyarakat

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) menyebut lulusan Program Guru Penggerak (PGP) bakal mendapatkan prioritas untuk menempati posisi strategis di lembaga pendidikan. Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menegaskan, Guru Penggerak adalah talenta pemimpin masa depan, seperti kepala sekolah, pengawas dan lainnya.

“Dari awal saya ingin memastikan bahwa Guru Penggerak adalah talenta pemimpin masa depan, seperti kepala sekolah, pengawas, dan lain-lain. Untuk itu, kami merancang regulasi yang mendukung dan memastikan alumni Guru Penggerak benar-benar mendapatkan prioritas dan kesempatan pertama di posisi kepemimpinan,” ujar Nadiem seperti dirangkum dari laman Kemendikbud Ristek.(Ndy)

  • Bagikan