Perjuangan Tim Khusus Pengubur Jenazah Covid-19

  • Bagikan
Para pengubur jenazah pasien Covid-19 sedang menjalankan tugas pada sebuah malam yang dingin dan gelap di sebuah permakaman/Foto: teraspringsewu.com

TERASPRINGSEWU.COM — “Saya lagi nunggu….. Masih ada dua jenazah lagi yang harus dimakamkan,” kalimat itu meluncur dari suara di ujung telepon.

Waktu menunjukkan pukul 23. 15 WIB, Suara di ujung telepon masih terdengar bersemangat. Itu adalahh suara salah seorang petugas pemadam kebakaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pringsewu yang bertugas mengubur korban Covid -19 atau pun probable Covid -19 di Kabupaten Pringsewu.

Pakaian serba putih dan bermasker laiknya astronotmenghiasi tubuhnya setiap hari. Rasa pengab dan panas sudah tidak dirasa lagi. Sudah beberapa bulan ini ia menjadi bagian dari tim pengubur jenazah pasien Covid-19 dengan protokol kesehatan.

Ia memang sudah lama menjadi petugas pemadam kebakaran. Ia juga kerap melakukan pekerjaan membantu masyarakat terkait kebencanaan. Namun menjadi pengubur jenazah dengan risiko tinggi dan cara kerja yang rumit, baru pada masa pandemi Covid-19 inilah ia jalani. Kesehariannya, sebelum adanya virus corona, berurusan dengan aktivitas pemadam kebakaran yang terjadi di Pringsewu.

Baca Juga:   Kunjungan Dinas Kominfo ke Komunitas IT

Kini, dengan adanya wabah Covid-19 yang menerpa seluruh Indonesia — termasuk Kabupaten Pringsewu — ia harus berurusan dengan jenazah.

Sebagai anggota tim pengubur jenazah, tugasnya tentu cukup berat. Ia ya wajib mengubur korban Covid-19 atau pun yang meninggal karena probable Covid-19 dengan SOP sesuai protokol kesehatan yang ketat.

“Saya tidak menyangka ditunjuk menjadi tim pengubur jenazah Covid-19. Awal mulanya ragu, takut dan khawatir karena tugas ini sangat berat, harus menjadi garda terdepan sebagai pengantar akhir para korban Covid-19. Ketika orang-orang menyingkir jauh dari korban, kami justru wajib mengantarkan ke lubang makam. Mau tidak mau, siap atau tidak siap harus siap dan ikhlas dulu karena ini adalah tugas Negara yang penuh dengan kemanusiaan,” ujarnya.

Baca Juga:   Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi di Poltekes Tanjungkarang dan SMA 2 Bandarlampung

“Saya dan tim harus menjaga diri jangan sampai terpapar virus Jadi semua harus steril dan aman, sehingga harus menjaga protokol kesehatan dengan ketat, agar tetap diberikan kesehatan dan kekuatan. Kalau kami terpapar, siapa lagi yang akan memakamkan jenazah covid. Makanya saya selalu tekankan untuk keselamatan. Karena tugas ini tak tahu kapan selesai,” jelasnya.

Bersama dengan rekannya, sudah ratusan jenazah dimakamkan. Tak kenal waktu, ia harus siap menjalani prosesi pemakaman. Tak pernah terpikirkan dalam benaknya, harus menjalani tugas seperti ini. Bahkan pernah saat menguburkan jenazah pada pukul 03.00 dini hari, dalam suasana hujan, ia dan timnya harus berjibaku melawan gelap, hujan, dan rasa takut.

Baca Juga:   Unila-Polda Lampung Lakukan Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua

Momen tersebut ternyata menjadi pengalaman bagi semua tim nya. Di dalam pikiran mereka, hanya ayat-ayat Al Qur’an yang bisa membantu menenangkan pikiran.

Kami bisa sampai subuh. Itu sudah jadi hal biasa dan tim tetap semangat menjalankannya,”ujarnya.

Sekuat apapun menjalani profesi sebagai tim pengubur, mereka pasti punya rasa lelah. Terlebih, profesi ini memaksa mereka untuk jauh dari keluarga.

“Kami ada di tengah masyarakat dan siap siaga kapan pun kami dibutuhkan,” ujarnya.

Andreas Andoyo

  • Bagikan