Pulang Kampung Di Pringsewu Staf Ahli Hukum Kemenpora RI Bermain Tenis Lapangan

  • Bagikan

SUMATERA POST – PRINGSEWU – Staf ahli Hukum Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, Dr.,Drs., Samsudin., SH., M. Pd, tidak menyia – nyiakan waktu saat pulang kampung halamannya, di Pekon Sidoharjo, Pringsewu, Lampung, menyambangi kawan-kawannya dan ikut berlatih olahraga tenis lapangan di depan Sekretariat KONI Pringsewu, Kelurahan Pringsewu Barat. Minggu (10/10).

Sehari sebelumya Dr. Samsudin membuka Raker KONI Pringsewu, memberikan pemaparan tentang Desain Besar Olahraga Nasional.

Saat dihubungi SUMATERA POST di sela-sela olahraga, Dr. Samsudin, yang pernah menempuh pendidikan SD, SMP, SMA di Subang Jawa Barat, sedangkan S1, S2 Di Universitas Lampung angkatan 1988, dan S3 di UNJ Jakarta, mengaku tetap menjaga stamina berolahraga, dan Pringsewu ini mempunyai memori dan sejarah hidup tersendiri, karena sang istri Maidawati adalah warga Pekon Sidoharjo Kecamatan Pringsewu yang pernah mengenyam pendidikan di SMA N 1 Pringsewu.

Baca Juga:   Pendidikan Guru Penggerak Kabupaten Pringsewu Resmi dibuka

Sosok Bapak yang sederhana ini mempunyai 5 orang anak, lebih jauh mengatakan, Kabupaten Pringsewu mempunyai atlet yang lebih baik, terbukti ada 24 atlet asal Kabupaten Pringsewu yang masuk dan berlaga di PON Papua.
“Saya melihat Pringsewu kerupakan Lumbung Atlet yang sangat bagus”, maka Saya berharap pemangku kebijakan baik Pemerintah Daerah maupun KONI serta Cabor untuk terus m elakukan pembinaan dengan baik, dan melakukan regenerasi di bawahnya, sehingga atlet-atlet itu tidak putus, tidak hilang, ujar Dr. Samsudin.

Yang terpenting.juga adalah seringnya diadakan kejuaraan-kejuaraan ditingkat Kabupaten yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah maupun KONI untuk melakukan kejuaran di semua cabang-cabang olahraga.

Baca Juga:   Buruh Apresiasi Kejaksaan Pringsewu Mengusut Dugaan Penyelewengan Anggaran Di Lembaga DPRD

Untuk. Olah raga tenis lapangan misalnya, ternyata banyak bibit -atlet yang mempunyai potensi, namun sangat disayangkan kondisi lapangan tenis lapangan sendiri masih kurang, milik pemda sendiri baru mempunyai satu, minimal. Di kabupaten Pringsewu paling tidak mempunyai minimal 5 lapangan tenis sehingga atlet-atlet tenis lapangan bisa berkembang.

Dr. Samsudin juga melihat potensi besar olahraga dayung dan olahraga air dengan adanya bendungan yang baru diresmikan oleh Bapak Presiden RI. dapat memicu semangat olahraga air lainnya.

Staf Ahli Hukum. Kemenpora RI, berharap kepada Bupati Pringsewu dan pemangku kebijakan yang lainnya untuk berpikir bersama-sama untuk. Kemajuan olahraga di Pringsewu, ujar Dr. Samsudin (Andoyo)

  • Bagikan