Zaman Siplah Kasek Di Kabupaten Pringsewu Masih Bayar Tunai Harga Kursi Kepala Sekolah Rp 1,9 Juta

  • Bagikan

TERASPRINGSEWU.COM – Program pengadaan jasa dan barang di sekolah sudah diatur dengan Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah).

SIPLah adalah sistem elektronik yang digunakan untuk melakukan pengadaan barang/jasa oleh satuan pendidikan yang diakses melalui laman siplah.kemdikbud.go.id. sebagaimana tercantum pada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 14 tahun 2020 tentang pedoman Pengadaan Barang/Jasa Oleh Satuan Pendidikan.

C.H. Ali, aktivis People Watch Corruption (PWC), mengatakan  di era globalisasi seperti saat ini, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah meningkatkan efisiensi, kecepatan penyampaian informasi, keterjangkauan, dan transparansi, tidak terkecuali pada dunia pendidikan.

Baca Juga:   Wakil Bupati Pringsewu Dr. Fauzi Pantau Pos Penyekatan Mudik

Namun yang terjadi di Kabupaten Pringsewu sangat memprihatinkan. Pengadaan kursi meubeler untuk para kepala sekolah di Kecamatan Gading Rejo, yang diduga dikondisikan oleh Oknum Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu.

“Para kepala sekolah harus membayar untuk kursi kepala sekolah sebesar Rp 1.900.000 (satu juta sembilan ratus rupiah) dengan uang tunai yang dikumpulkan ke seseorang petugas yang akan menyiplahkan,” kata  C.H. Ali.

Dari hasil penelusuran Teraspringsewu.com, beberapa kepala sekolah dan bendahara maupun operator sekolah yang namanya minta dirahasiakan membenarkan bahwa mereka membayar uang tunai sebesar Rp 1,9 juta secara tunai kepada seseorang yang sudah ditugaskan untuk menyiplahkan, ujar beberapa kepala sekolah. Bendahara dan operator yang namanya minta dirahasiakan.

Baca Juga:   PEPADI Pringsewu Audiensi Dengan Wabup

Dari Cek online yang dilakukan oleh PWC, untuk kursi yang didroup di SDN Mataram Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu Propinsi Lampung, ternyata harganya sekitar Rp 450.000 hingga Rp 600.000. Namun, sekolah-sekolah di di Kecamatan Gading Rejo harus membeli kursi tersebut membayar secara tunai sebesar Rp 1.900.000.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pringsewu. Rustian, saat hendak di konfirmasi melalui telepon selulernya pada Selasa (8/7) pukul 16.15 WIB kedua nomornya tidak aktif. Diduga ia  memblokir semua panggilan. (tim)

  • Bagikan